bisnis

Perusahaan Bulgaria bulan depan hentikan ekspor rokok ke Timur Tengah

Bank terbesar kedua di Rusia pada 2011 membeli 80 persen saham Bulgartabac.

18 Maret 2016 08:42

Bulgartabac, perusahaan rokok asal Bulgaria, bilang bakal menghentikan penjualan produknya ke Timur Tengah mulai 1 April mendatang. Kebijakan ini diambil setelah muncul tudingan sebagian besar produk Bulgartabac diselundupkan ke Turki.

Tuduhan terhadap Bulgartabac ini dilaporkan bulan lalu oleh surat kabar the Capital dan situs Dnevnik.

Bulgartabac membantah. Perusahaan itu menjelaskan ekspor rokok ke Timur Tengah dilakukan sesuai aturan bea cukai dan perdagangan. Hal ini diperkuat oleh audit bea cukai dan pajak.

"Karena situasi sensitif di Timur Tengah, Bulgartabac akan menyetop ekspor ke kawasan itu buat menghindari keterlibatan perusahaan dalam upaya perusakan reputasi bisa menghancurkan," kata Bulgartabac lewat pernyataan tertulis.

Bulgartabac menjelaskan keputusan ini mengakibatkan 400 orang bakal dipecat atau delapan persen dari total karyawan.

Bulgartabac Holding Group AD dibentuk pada 1947 dan berkantor pusat di Ibu Kota Sofia, Bulgaria. Sebanyak 80 persen saham perusahaan menghasilkan 50 merek rokok ini pada 2011 dibeli oleh salah satu anak usaha OAO VTB, bank terbesar kedua di Rusia.

Volume ekspor Bulgartabac tahun lalu melorot 23 persen menjadi 19,3 miliar rokok.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus