bisnis

Kaum muslim tahun lalu habiskan US$ 244 miliar buat belanja pakaian

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

22 Maret 2016 21:35

Kaum muslim sejagat tahun lalu menghabiskan US$ 244 miliar untuk berbelanja pakaian, menurut laporan dilansir Salaam Gateway, perusahaan berkantor di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

"Pakaian sedang tren cukup diminati sedangkan pakaian muslim mulai populer," tulis laporan itu. Salaam Gateway menambahkan 25 rumah mode top dunia, termasuk Dolce and Gabbana dan H&M juga sudah mulai melirik selera umat Islam ingin berpakaian muslim.

Laporan itu menyebutkan menanjaknya tren pakaian muslim ini disokong oleh kewajiban agama.

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus