bisnis

Kaum muslim tahun lalu habiskan US$ 244 miliar buat belanja pakaian

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

23 Maret 2016 04:35

Kaum muslim sejagat tahun lalu menghabiskan US$ 244 miliar untuk berbelanja pakaian, menurut laporan dilansir Salaam Gateway, perusahaan berkantor di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

"Pakaian sedang tren cukup diminati sedangkan pakaian muslim mulai populer," tulis laporan itu. Salaam Gateway menambahkan 25 rumah mode top dunia, termasuk Dolce and Gabbana dan H&M juga sudah mulai melirik selera umat Islam ingin berpakaian muslim.

Laporan itu menyebutkan menanjaknya tren pakaian muslim ini disokong oleh kewajiban agama.

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus