bisnis

CEO Saudi Aramco bilang tidak ada pembatalan proyek meski harga minyak melorot

Perluasan ladang minyak Khurais diperkirakan selesai pada 2018.

31 Maret 2016 13:18

CEO Saudi Aramco Amin Nasir kemarin menegaskan perusahaannya terus melanjutkan proyek hulu dan hilir tanpa ada pembatalan, meski harga minyak mentah global melorot.

"Sampai sekarang, proyek-proyek kami di sektor hulu dan hilir terus berlanjut," kata Nasir kepada wartawan. "Tidak ada proyek dibatalkan."

Perusahaan minyak dan gas terbesar sejagat itu dibentuk pada 1933 dan menguasai lebih dari seratus ladang minyak dan gas di Arab Saudi. Perusahaan berpelat merah ini mengoperasikan Ladang Ghawar, ladang minyak darat terbesar di dunia, dan Ladang Safaniya, ladang minyak lepas pantai terbesar sejagat.

Saudi Aramco, pada 2014 meraup pendapatan US$ 378 miliar, diperkirakan bernilai US$ 1,25 triliun hingga US$ 10 triliun.

Nasir bilang proyek eksplorasi juga terus berjalan, termasuk satu rig di Laut Merah dan proyek energi bersih di Ras Tanura. Dia menambahkan perluasan ladang minyak Khurais diperkirakan selesai pada 2018.

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Investor Rusia berminat beli saham Aramco

Cina tahun lalu mengajukan penawaran untuk membeli lima persen saham Aramco.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Hong Kong, London, dan New York masuk dalam daftar lokasi IPO Aramco

Keputusan akhir di tangan Putera Mahkota Pangeran Muhamnad bin Salman.





comments powered by Disqus