bisnis

IPO Saudi Aramco kemungkinan tahun depan

Nilai perusahaan ini diperkirakan antara US$ 1,25 triliun hingga US$ 10 triliun.

01 April 2016 19:00

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengisyaratkan IPO (penjualan saham perdana) sebesar lima persen dari saham perusahaan negara Saudi Aramco bisa berlangsung tahun depan, dari rencana pada 2018.

"Penjualan saham perdana Aramco dan hasilnya disimpan dalam PIF (Dana Investasi Pemerintah) secara teknis bakal membikin investasi menjadi sumber pendapatan pemerintah Saudi, bukan minyak," kata Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara khusus dengan Bloomberg berakhir kemarin pukul empat pagi di sebuah kompleks istana di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Sehabis itu, kata putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini, pemerintah mesti memberagamkan investasi. "Jadi dalam 20 tahun, perekonomian kami bakal tangguh dan tidak lagi bergantung pada minyak."

Dana dari hasil IPO Aramco itu akan dipakai buat berinvestasi di dalam dan luar negeri. Anggaran ini bakal cukup buat membeli Apple Inc., Google parent Alphabet Inc., Microsoft Corp. and Berkshire Hathaway Inc. - empat perusahaan terbesar dunia terdaftar di bursa.

Aramco merupakan perusahaan terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar. Nilai perusahaan ini diperkirakan antara US$ 1,25 triliun hingga US$ 10 triliun.

Bloomberg memperkirakan nilai Saudi Aramco US$ 2,133 triliun. Jauh di atas Exxon Mobil (US$ 349,3 miliar), Royal Dutch Shell (US$ 219,2 miliar), Chevron (US$ 206,8 miliar), Total (US$ 140,2 miliar), Petrobras (US$ 132,5 miliar), British Petroleum (US$ 121,2 miliar), Eni (US$ 68,6 miliar), dan Statoil (US$ 61,4 miliar).

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun ledakkan tangki minyak Aramco di Jazan

Serangan itu sempat menghentikan penerbangan menuju Dammam dan Jeddah.





comments powered by Disqus