bisnis

Saudi siap teken perjanjian kerja sama senilai US$ 21 miliar dengan Mesir

Para pengusaha Saudi bakal menanamkan modal US$ 4 miliar di beragam proyek, termasuk Terusan Suez, energi dan pertanian.

05 April 2016 22:06

Arab Saudi bakal meneken kesepakatan senilai US$ 21,5 miliar dengan Mesir Kamis pekan ini, saat Raja Salman bin Abdul Aziz melawat ke Kairo.

Perjanjian kerja sama itu meliputi pinjaman US$ 20 miliar untuk membiayai kebutuhan minyak Mesir buat lima tahun mendatang dan bantuan US$ 1,5 miliar untuk membangun Semenanjung Sinai.

Arab Saudi bareng negara-negara Arab Teluk lainnya telah mengalirkan miliaran dolar buat membantu perekonomian Mesir mengendur setelah kudeta militer terhadap Presiden Muhammad Mursi dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun.

Negara-negara Arab Teluk melihat Al-Ikhwan sebagai ancaman. Mesir berjuang menghidupkan kembali perekonomiannya ruwet setelah lengsernya Presiden Husni Mubarak lewat unjuk rasa massal pada Februari 2011.

Kesepakatan soal pembangunan Sinai ini muncul saat Kairo tengah memerangi kelompok Islam radikal di wilayah itu. Ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat dan kemiskinan juga merajalela di Sinai.

Sejumlah sumber bilang pinjaman untuk memenuhi kebutuhan minyak akan memiliki suku bunga dua persen dengan jangka waktu tiga tahun.

Secara terpisah, wakil ketua Dewan Bisnis Saudi-Mesir hari ini mengatakan para pengusaha Saudi bakal menanamkan modal US$ 4 miliar di beragam proyek, termasuk Terusan Suez, energi dan pertanian. Dia menambahkan sepuluh persen dari total dana investasi itu sudah disimpan di bank-bank Mesir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus