bisnis

Nilai penjualan pasar ritel di Dubai bakal tembus US$ 52 miliar pada 2020

Total penjualan ritel di Dubai tahun lalu US$ 35,4 miliar.

08 April 2016 05:22

Nilai penjualan pasar ritel di Dubai, Uni Emirat Arab, diperkirakan tembus US$ 52 miliar paling lambat 2020 dengan pertumbuhan saban tahun rata-rata lebih dari delapan persen, menurut laporan terbaru Kadin (Kamar dagang dan Industri) Dubai.

Hasil analisa Kadin Dubai berdasarkan data dari Euromonitor International menunjukkan total penjualan ritel di Dubai tahun lalu US$ 35,4 miliar. Tahun ini diprediksi tumbuh 7,7 persen. Laporan Kadin Dubai ini dilansir menjelang Kongres Ritel Dunia.

"Peningkatan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan tetap jumlah penduduk, dan kenaikan pendapatan telah membantu meroketnya pengeluaran konsumen di Dubai," kata Presiden sekaligus CEO Kadin Dubai Hamad Buamim. "Pertumbuhan jumlah pelancong juga ikut menggairahkan usaha grosir dan ritel."

Dari nilai penjualan tahun lalu, Kadin Dubai menyebutkan ritel non-grosir meraup penjualan US$ 22,3 miliar dan ritel grosir US$ 10,9 miliar.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus