bisnis

Kuwait teken kontrak impor gas 2,5 juta ton setahun hingga 2020

Setelah 2020, KPC berencana menandatangani impor gas alam cair 6-7 juta ton per tahun selama 15 tahun.

09 April 2016 12:36

Perusahaan negara Kuwait Petroleum Corporation (KPC) telah meneken kontrak pembelian gas alam cair sebanyak 2,5 juta ton setahun hingga 2020.

Direktur Pemasaran KPC Nabil Burasli Kamis lalu bilang kepada kantor berita resmi KUNA, kontrak itu diteken dengan tiga perusahaan, yakni British Petroleum, Royal Dutch Shell, dan Qatar Gas. Dia menjelaskan pihaknya bakal membeli masing-masing satu juta ton gas dari British Petroleum dan Shell, serta setengah juta dari Qatar Gas.

Kuwait, anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), memang kayak akan minyak, namun cadangan gas negara Arab Teluk ini terlalu kecil buat memenuhi kebutuhan domestik, terutama saban musim panas.

Burasli mengatakan setelah 2020, KPC berencana menandatangani impor gas alam cair 6-7 juta ton per tahun selama 15 tahun.

Kuwait pekan lalu meneken kontrak US$ 2,93 miliar dengan tiga perusahaan Korea Selatan buat membangun terminal impor gas alam baru. Proyek ini dijadwalkan selesai pada kuartal pertama 2021.

Proyek dibangun di kilang Az-Zur, dekat perbatasan dengan Arab Saudi, itu diberikan kepada Hyundai Engineering Co., Hyundai Engineering & Construction Co., serta Korea Gas Corporation.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus