bisnis

Irak berencana impor minyak goreng dari Mesir

Produk itu nantinya bakal dibagikan gratis kepada rakyat.

11 April 2016 08:54

Kementerian Perdagangan Irak kemarin bilang pemerintah berencana mengimpor minyak goreng dari Mesir. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak goreng asal Turki di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Lewat keterangan tertulis diunggah di situsnya, Kementerian Perdagangan Irak menjelaskan sebuah delegasi dagang pemerintah tengah mengadakan pembicaraan di Ibu Kota Kairo, Mesir, untuk mengimpor minyak goreng saban bulan. Produk ini nantinya bakal dibagikan gratis kepada rakyat negara 1001 Malam itu.

Kementerian Perdagangan Irak Desember tahun lalu mengatakan negaranya akan mengurangi jumlah impor minyak goreng dari Turki.

Hubungan kedua negara menjadi tegang setelah Turki menerjunkan pasukan di wiayah utara Irak. Baghdad memprotes kebijakan itu, namun Ankara beralasan tindakan ini untuk memerangi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

ADAB Solutions launching the First Islamic Crypto Exchange (FICE)

The FICE is very unique exchange, as it is the only Shariah compliant crypto exchange at this moment.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Nilai ekspor Israel ke negara-negara Arab Teluk sebesar US$ 1 miliar

Kalau dalam kondisi normal dimana ada hubungan resmi, nilai ekspor Israel ke kawasan Arab Teluk dapat mencapai US$ 15 miliar hingga US$ 25 miliar.

Pengguna iPhone. (Yeni Safak)

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

20 Agustus 2018

TERSOHOR