bisnis

Dubai bakal bangun menara terjangkung sejagat

Proyek seharga US$ 1 miliar itu untuk mengalahkan Menara Kerajaan setinggi seribu meter tengah dibangun di Jeddah.

11 April 2016 09:41

Emaar Properties kemarin mengumumkan rencana mereka membangun menara terjangkung sejagat di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), buat mengalahkan rekor dipegang Burj Khalifah, juga berlokasi di Dubai, setinggi 828 meter.

Namun perusahaan pengembang real estat berkantor pusat di Dubai ini belum mengungkapkan berapa ketinggian bangunan pencakar langit itu nantinya. Proyek seharga US$ 1 miliar itu bakal terletak di Dubai Creek Harbour.

Menara akan dibikin Emaar itu juga untuk menaklukkan Menara Kerajaan di Kota Jeddah, Arab Saudi, tengah dikerjakan oleh Kingdom Holding Company, konglomerasi kepunyaan Pangeran Al-Walid bin Talal, keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. Menara Kerajaan itu direncanakan setinggi lebih dari seribu meter.

Desain calon menara tertinggi di planet ini terinspirasi oleh bentuk menara masjid dan mirip kuncup bunga lili.

Menara itu nantinya bakal dilengkapi kompleks tempat tinggal, beragam fasilitas hiburan, dek Pinncale Room dan VIP bisa berputar. Juga ada balkon dan hotel butik.

Desain menara akan dibangun Emaar ini dirancang oleh arsitek asal Spanyol Santiago Calatrava. Dia juga perancang Museum of Tomorrow di Rio de Janeiro (Brasil), Kompleks Olahraga Olimpiade di Athena (Yunani), dan Turning Torso Tower di Malmo (Swedia).

Adalah Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum telah memilih Calatrava sebagai pemenang desain calon bangunan penting itu lewat sebuah perlombaan internasional.

"Menara itu akan memberi nilai tambah ekonomi jangka panjang bagi Dubai dan UEA," kata Chairman Emaar Properties Muhammad Alabbar. Dia menambahkan menara itu nantinya juga bakal menjadikan Dubai Creek Harbour sebagai salah satu tempat tinggal, senang-senang, dan wisata paling diidamkan. "Menyediakan bagi pengunjung dan pemukim sebuah lingkungan modern, mewah, dan lestari untuk hidup, bekerja, belajar, dan bersenang-senang."

Kawasan Dubai Creek Harbour, seluas enam kilometer persegi, lebih besar dua kali ketimbang Downtown Dubai, juga dibangun oleh Emaar.

Menara itu dijadwalkan selesai pada 2020 untuk menyambut Dubai Expo, sama dengan rencana selesainya Menara Kerajaan di Jeddah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus