bisnis

UEA bakal turunkan harga barang kebutuhan selama Ramadan 50 persen

Penjualan barang selama Ramadan tahun lalu naik 20 persen ketimbang 2014.

11 April 2016 10:18

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bakal menurunkan setengah harga barang-barang kebutuhan selama Ramadan tahun ini.

Dr Hasyim an-Nuaimi, Direktur Perlindungan Konsumen di Kementerian Ekonomi UEA, bilang keputusan itu untuk memastikan warga negara Arab Teluk tidak kekurangan produk-produk penting, termasuk buah dan sayur, seperti dilansir media setempat.

Dia menambahkan gerai-gerai ritel di UEA telah berencana memberikan potongan harga menyambut Ramadan dalam beberapa pekan mendatang.

Berbicara saat bertemu perwakilan ritel di Ibu Kota Abu Dhabi, Nuaimi menekankan penjualan barang selama Ramadan tahun lalu naik 20 persen ketimbang 2014.

Selama Ramadan kaum muslim sejagat diwajibkan berpuasa sebulan penuh, 29 atau 30 hari menurut penanggalan Islam. Ramadan tahun ini diperkirakan dimulai awal Juni mendatang.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus