bisnis

UEA negara idaman kaum muda Arab

Ini tahun kelima berurutan UEA menjadi negara paling tersohor di kalangan generasi muda Arab.

14 April 2016 12:56

Kaum muda di negara-negara Arab sangat mendambakan bisa tinggal dan bekerja di Uni Emirat Arab (UEA).

Hasil survei tahunan Asdaa Burson-Marsteller Arab Youth Survey dilansir Selasa lalu menunjukkan 22 persen anak-anak muda Arab bilang UEA adalah negara impian mereka untuk tinggal. Sebanyak 23 persen lainnya mengatakan mereka paling ingin bekerja di negara Arab Teluk itu.

Bahkan UEA meraup suara lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dalam hal stabilitas, keamanan, dan tempat terbaik buat memulai bisnis.

Ini tahun kelima berurutan UEA menjadi negara paling tersohor di kalangan generasi muda Arab.

Jajak pendapat itu juga menghasilkan 24 persen responden menilai UEA adalah negara tujuan bisnis terbaik di dunia Arab. Disusul Arab Saudi (18 persen), dan Qatar (13 persen).

Kaum muda Arab juga menempatkan UEA sebagai negara favorit untuk diajak bersekutu, dengan raihan 28 persen suara. Posisinya berada di bawah Arab Saudi (31 persen) tapi di atas Amerika Serikat (25 persen).

Survei dilakukan lewat wawancara tatap muka dengan 3.500 anak muda berusia 18-24 tahun di 16 negara Arab.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.





comments powered by Disqus