bisnis

18 negara produsen minyak gagal sepakati penetapan batas produksi

Lantaran Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, meminta Iran juga ikut dalam rencana ini.

17 April 2016 22:09

Sebanyak 18 negara produsen minyak, dari OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan non-OPEC, gagal menyepakati soal pembatasan produksi dalam pertemuan kemarin di Ibu Kota Doha, Qatar.

Tidak tercapainya kesepakatan itu lantaran Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, meminta Iran juga ikut dalam rencana ini. Iran satu-satunya produsen utama minyak tidak hadir dalam konferensi itu.

Iran sudah menyatakan akan terus memompa produk emas hitam mereka sejak sanksi ekonomi atas negara Mullah itu dicabut. Total produksi minyak Iran saat ini diperkirakan sudah lebih dari dua juta barel sehari.

Setelah lima jam perdebatan sengit, delegasi dan para menteri perminyakan hadir mengumumkan tidak ada kesepakatan dibuat. "Kami butuh lebih banyak waktu lagi untuk mencapai kata sepakat di antara semua anggota OPEC dan produsen utama lainnya soal pembatasan produksi, mungkin paling lambat Juni," kata seorang sumber di OPEC.

Kegagalan ini membikin banyak pihak cemas harga minyak akan kembali jatuh setelah mulai pulih ke kisaran US$ 45 per barel.

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang kepada Bloomberg, Arab Saudi akan segera menaikkan produksi minyak dan hanya akan membatasi bila Iran melakoni hal serupa.

Rencana pembatasan minyak ini merupakan gagasan disetujui Arab Saudi dan Rusia untuk mengatrol harga jatuh sejak pertengahan 2014. Idenya adalah produksi Januari tahun ini menjadi batas produksi selanjutnya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.





comments powered by Disqus