bisnis

Arab Saudi umumkan rencana transformasi ekonomi pada 25 April

Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman bilang negaranya tidak mencemaskan rendahnya harga minyak.

18 April 2016 06:14

Arab Saudi pada 25 April atau Senin pekan depan bakal mengumumkan sebuah rencana komperehensif untuk menghadapi sebuah era tidak terlalu mengandalkan pendapatan dari minyak.

"Visi Kerajaan Arab Saudi akan mencakup program pembangunan, ekonomi, sosial, dan sektor lainnya," kata Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara khusus dengan Bloomberg Kamis pekan lalu dan dilansir Sabtu malam.

Dia menambahkan salah satu bagian dari rencana itu adalah NTP (Program Transformasi Nasional), akan diluncurkan 45 hari setelah Visi Arab Saudi diumumkan.   

NTP itu termasuk penjualan aset, peningkatan pajak, penghematan belanja negara, perubahan cara menangani cadangan devisa, efisiensi, dan memberikan peran lebih besar bagi sektor swasta.

Pangeran Muhammad bin Salman sebelumnya mengumumkan negaranya akan membentuk dana investasi sebesar US$ 2 triliun untuk menghadapi masa setelah minyak habis. Anggaran ini bakal dipakai buat meningkatkan investasi asing menjadi 50 persen paling lambat 2020 dari lima persen saat ini, menurut Bloomberg.

Sebagai bagian dari strategi baru itu, dia menjelaskan Arab Saudi bakal menjual lima persen dari saham Saudi Aramco. Perusahaan minyak negara ini adalah yang terbesar di dunia dalam hal kapitaliasi pasar.

Sebelumnya, Pangeran Muhammad bin Salman juga bilang kepada Bloomberg, negaranya tidak mencemaskan rendahnya harga minyak mentah global, terjadi sejak pertengahan 2014.

"Ini bukan pertarungan saya (Arab Saudi). Ini adalah pertarungan bagi pihak-pihak menderita akibat merosotnya harga minyak," ujar Kepala Dewan Kebijakan Pembangunan dan Ekonomi Arab Saudi itu. "Kami memiliki program sendiri tidak memerlukan harga minyak tinggi."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.

Duta Besar Arab Saudi buat Amerika Serikat Pangeran Khalid bin Salman bin Abdul Aziz. (CNN)

Putera mahkota Arab Saudi kemungkinan diganti

Calon penggantinya adalah Duta Besar Arab saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khalid bin Salman.

Mantan CEO Siemens Klaus Klienfeld akan menjabat penasihat bagi Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mulai 1 Agustus 2018. Kleinfeld kini menjabat CEO Neom. (Flickr)

Mantan CEO Siemens ditunjuk jadi penasihat putera mahkota Arab Saudi

Proyek pembangunan Neom, kota dan kawasan industri raksasa, membutuhkan investasi sebesar US$ 500 miliar.





comments powered by Disqus