bisnis

Arab Saudi akan ambil pinjaman US$ 10 miliar dari bank asing bulan ini

Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

22 April 2016 02:29

Arab Saudi akan mengambil pinjaman US$ 10 miliar dari sejumlah bank asing bulan ini, untuk mengurangi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mengutip tiga orang sumber mengetahui rencana itu, Bloomberg News melaporkan Rabu lalu, pinjaman ini bakal menjadi utang luar negeri pertama dalam 15 tahun belakangan bagi negara pengkspor minyak terbesar di dunia itu.

Perjanjian utang berjangka waktu lima tahun itu diperkirakan diteken akhir bulan ini. Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

Sejumlah lembaga memang telah mengurangi peringkat utang Arab Saudi. Fitch Ratings awal bulan ini menurunkan peringkat kredit jangka panjang Riyadh menjadi AA- dari AA, karena dampak negatif besar dari merosotnya harga minyak dunia.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Saudi akan berlakukan VAT atas bensin mulai 2018

Arab Saudi berencana menerapkan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

IMF desak Saudi tidak terburu-buru dalam mereformasi ekonomi

Arab Saudi akan memperoleh pendapatan kotor US$ 67,7 miliar setahun pada 2020 dari kenaikan bahan bakar dan listrik.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR