bisnis

Arab Saudi akan ambil pinjaman US$ 10 miliar dari bank asing bulan ini

Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

21 April 2016 19:29

Arab Saudi akan mengambil pinjaman US$ 10 miliar dari sejumlah bank asing bulan ini, untuk mengurangi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mengutip tiga orang sumber mengetahui rencana itu, Bloomberg News melaporkan Rabu lalu, pinjaman ini bakal menjadi utang luar negeri pertama dalam 15 tahun belakangan bagi negara pengkspor minyak terbesar di dunia itu.

Perjanjian utang berjangka waktu lima tahun itu diperkirakan diteken akhir bulan ini. Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

Sejumlah lembaga memang telah mengurangi peringkat utang Arab Saudi. Fitch Ratings awal bulan ini menurunkan peringkat kredit jangka panjang Riyadh menjadi AA- dari AA, karena dampak negatif besar dari merosotnya harga minyak dunia.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus