bisnis

Visi Arab Saudi 2030 diumumkan hari ini

"Visi 2030 itu juga akan dapat membuka enam juta pekerjaan sangat penting bagi sebuah negara di mana kaum mudanya tumbuh cepat."

25 April 2016 11:09

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman hari ini bakal mengumumkan Visi Arab Saudi 2030. Banyak pihak memperkirakan akan terjadi perombakan besar dalam negara Kabah itu.

Visi Arab Saudi 2030 ini bertujuan memperbanyak sumber-sumber pendapatan negara dan memulai persiapan era sehabis minyak. Proyek ini termasuk NTP (Rencana Transformasi Nasional) meliputi pembentukan dana investasi terbesar sejagat senilai US$ 2 triliun setelah IPO (penjualan saham perdana) lima persen saham dari perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco, kemungkinan awal tahun depan atau 2018.

James Reeve, wakil kepala ahli ekonomi di Samba Financial Group, bilang harapan banyak pihak, termasuk rakyat Saudi, amat tinggi terhadap Visi 2030 itu, soal bagaimana pemerintah akan meningkatkan peran swasta dalam membangun perekonomian negara. "Tapi jangan cuma lewat penjualan aset-aset negara - meski hal ini penting - namun bagaimana sektor swasta dapat lebih berperan dalam memberikan layanan, seperti kesehatan, pendidikan, dan energi," katanya kepada Arab News.

Dia menambahkan pemerintah Arab Saudi perlu membentuk sebuah badan mampu menggaet investor asing dan meyakinkan mereka memang bisa bertindak di lapangan.

Mengutip Alfred Valder, mantan profesor ekonomi internasional di Universitas Oxford dan konsultan Bank Dunia, Al-Iqtisadiyah menulis Visi 2030 untuk mempercepat Arab Saudi memasuki pasar bebas, meningkatkan sumbangan sektor industri dan layanan terhadap produk domestik bruto, mengurangi belanja negara, dan memasukkan perempuan ke dalam lapangan kerja.

"Rencana itu seperti sebuah peta masa depan pembangunan Saudi dengan prioritas diberikan kepada warga negara Saudi lewat peningkatan standar kehidupan semua orang," ujarnya. Apalagi, menurut Valder, 70 persen lebih dari penduduk Arab Saudi berusia di bawah 30 tahun.

Louise Marsh, Wakil Ketua Dewan Direktur the International Group for Investments, menjelaskan menurut perkirakan para penasihat ekonomi di McKinsey Global Institute mendukung Visi 2030 itu, Arab Saudi akan mampu menggandakan produk domestik brutonya paling lambat 2030 dan menaikkan pendapatan keluarga hingga 60 persen. "Visi 2030 itu juga akan dapat membuka enam juta pekerjaan sangat penting bagi sebuah negara di mana kaum mudanya tumbuh cepat," tuturnya.

Membubung tingginya harga minyak global selama 2003 hingga 2013 telah menggenjot kesejahteran Arab Saudi, menjadi perekonomian terbesar ke-19 di dunia. Produk domestik bruto mereka bertambah dua kali lipat, pendapatan rumah tangga melonjak sampai 75 persen, dan 1,7 juta lapangan kerja tercipta, termasuk bagi kaum hawa. Pemerintah menggelontorkan dana sangat besar di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan cadangan devisa hampir seratus persen dari produk domestik bruto pada 2014.

"Kami memperkirakan untuk mencapai hal itu perlu investasi US$ 4 triliun," kata McKinsey Global Institute. Mereka menjelaskan delapan sektor - pertambangan dan logam, petrokimia, manufaktur, ritel dan grosir, wisata dan hiburan, layanan kesehatan, keuangan, dan konstruksi - berpotensi menaikkan lebih dari 60 persen peluang buat pertumbuhan.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.





comments powered by Disqus