bisnis

IPO Saudi Aramco terbesar sepanjang sejarah dunia

Pangeran Muhammad bin Salman memperkirakan IPO lima persen saham Aramco senilai lebih dari US$ 2 triliun.

25 April 2016 23:13

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi sekaligus Kepala CEDA (Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan) Pangeran Muhammad bin Salman mengklaim rencana IPO (penjualan saham perdana) lima persen saham dari Saudi Aramco bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dunia.

Dia memperkirakan nilai lima persen saham bakal dilepas di bursa domestik itu lebih dari US$ 2 triliun. "Jika kita menawarkan satu persen saja saham Aramco, itu bakal menjadi IPO terbesar dalam sejarah planet ini," kata Pangeran Muhammad dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya disiarkan kemarin. "Apakah pasar global mampu menanggung IPO lima persen saham Aramco?"

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO Saudi Aramco ini sangat penting karena akan menghasilkan beragam keuntungan, terutama transparansi. Dia mengakui selama ini banyak pihak tidak senang karena data mengenai Aramco tidak diumumkan, tak jelas, dan tidak transparan.

"Ini sangat berbahaya ketika sebuah perusahaan berskala sangat besar beroperasi secara tertutup," ujarnya. Karena itu, dia menambahkan, lewat IPO Saudi Aramco akan diawasi semua bank, pengamat, dan pemikir di Arab Saudi. Seluruh bank dan pusat perencana serta studi internasional juga bakal ikut mengawasi Aramco. "Sehingga hasilnya adalah pengawasan sangat tinggi dan itu tidak terjadi saat ini."

Dia menjelaskan IPO Aramco merupakan salah satu elemen kunci dalam Visi Arab Saudi 2030. Dia menegaskan penjualan saham Aramco bukan hal tabu karena para pendiri negara Kabah itu dulunya tidak hidup dan bergantung pada minyak.

Dia mengatakan dana hasil IPO Saudi Aramco ini akan dimasukkan dalam PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk dipakai berinvestasi di luar negeri. Pangeran Muhammad pernah bilang Arab Saudi bakal meningkatkan investasi di luar negerinya hingga 50 persen dari dana PIF.

"Nantinya tidak akan ada investasi, pergerakan modal, atau pembangunan di kawasan manapun di dunia ini tanpa dana investasi Saudi," tutur Pangeran Muhammad.  

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.





comments powered by Disqus