bisnis

Arab Saudi targetkan listrik 9,5 gigawatt dari energi terbarukan pada 2030

Pada 2012, Saudi bilang akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir bisa memproduksi 17 gigawatt paling lambat pada 2032.

27 April 2016 05:12

Arab Saudi berencana menghasilkan 9,5 gigawatt listrik dari energi terbarukan paling lambat 2030. Target ini termasuk dalam Visi Arab Saudi 2030 diumumkan Senin lalu oleh Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, juga kepala CDEA (Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan).

Visi 2030 itu menyebutkan 15 tahun lagi konsumsi energi domestik naik tiga kali, namun Arab Saudi masih kekurangan sektor energi terbarukan bisa bersaing untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Untuk membangun sektor itu, kita telah menetapkan target awal 9,5 gigawatt listrik dari energi terbarukan," menurut Visi 2030, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Pada 2012, negara pengekspor minyak terbesar sejagat ini bilang akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir bisa memproduksi 17 gigawatt paling lambat pada 2032, buat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara Kabah ini waktu itu juga berencana membikin pembangkit listrik tenaga surya mampu memnghasilkan listrik 41 gigawatt.

Tahun lalu, the King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy, lembaga pemerintah bertanggung jawab soal program energi terbarukan, merevisi perencanaan energi jangka panjang Arab Saudi dengan target 2040.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus