bisnis

Remiten di Timur Tengah tahun lalu tembus US$ 120 miliar

Rata-rata pekerja Arab di kawasan Arab Teluk sekali mengirim fulus ke keluarga mereka US$ 700 hingga US$ 1 ribu.

01 Mei 2016 01:08

Remiten dari para ekspatriat Arab bekerja di kawasan Arab Teluk tahun lalu lebih dari US$ 120 miliar.

Penelitian dilakoni Xpress Money menunjukkan remiten di kawasan Timur Tengah berkembang cepat, terutama pengiriman fulus dari oleh para pekerja dari negara-negara Arab bekerja di enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Dari seluruh ekspatriat Arab disurvei, 71 persen bilang mereka mengirim uang ke keluarga mereka. Sebanyak 38 persen responden mengatakan mentransfer uang ke rumah paling sedikit sekali sebulan dan 32 persen lainnya menjelaskan mengirim uang ke rumah paling tidak saban 2-3 bulan.

Rata-rata pekerja Arab di kawasan Arab Teluk sekali mengirim fulus ke keluarga mereka US$ 700 hingga US$ 1 ribu.

"GCC merupakan pasar kerja berkembang bagus dan menjadi tujuan para ekspatriat Arab di Timur Tengah," kata COO Xpress Money Sudesh Giriyan. Dia memperkirakan bakal ada peningkatan dalam jumlah ekspatriat Arab mentransfer fulus ke keluarga mereka dan jumlah uang dikirimkan.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus