bisnis

Tidak ada ekspatriat Indonesia terlibat rusuh di kantor Binladin Group

Polisi telah menangkap setidaknya tujuh pengunjuk rasa diduga merusak dan membakar ketujuh bus itu.

02 Mei 2016 22:14

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memastikan tidak ada ekspatriat asal Indonesia terlibat dalam kerusuhan di kompleks kantor Saudi Binladin Group di Kota Makkah.

"Tidak ada warga negara Indonesia terlibat dalam kerusuhan itu," kata Agus Maftuh kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Kisruh itu muncul lantaran karyawan Binladin Group itu sudah beberapa bulan tidak digaji. Selain merusak kantor, mereka juga membakar tujuh bus milik perusahaan. "Api membakar tujuh bus itu berhasil dipadamkan tanpa ada korban," kata juru bicara Departemen Pertahanan Sipil Provinsi Makkah Mayor Nayif asy-Syarif.

Polisi telah menangkap setidaknya tujuh pengunjuk rasa diduga merusak dan membakar ketujuh bus itu.

Perusahaan kepunyaan keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, itu tahun ini bermasalah soal gaji karyawan telat dibayarkan. Alhasil, banyak pekerja berdemonstrasi.

Binladin Group merupakan perusahaan langganan pemerintah Arab Saudi sejak negara itu lahir. Mereka menguasai proyek infrastruktur didanai pemerintah, termasuk pembangunan bandar udara, jalan, dan gedung-gedung pencakar langit.

Namun reputasi Binladin Group hancur setelah September tahun lalu sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, menewaskan 111 jamaah haji dan mencederai lebih dari 200 lainnya. Insiden itu terjadi di lokasi proyek perluasan masjid tengah dikerjakan Binladin Group.

Akibat musibah itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memutuskan tidak akan memberikan lagi proyek pemerintah kepada Binladin Group sebagai hukuman.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR