bisnis

Sebagian karyawan Saudi Binladin Group bakal terima tunggakan gaji bulan ini

Pemerintah Arab Saudi mungkin bakal mengintervensi agar warga Saudi bekerja di Binladin Group tidak diberhentikan.

03 Mei 2016 21:05

Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi Mufrij al-Haqbani hari ini bilang krisis melanda perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia, Saudi Binladin Group, terkait gaji karyawan telat dibayarkan bakal diselesaikan.

"Sebagian pekerja akan menerima tunggakan gaji mereka bulan ini, sebagian lagi bakal menerima di bulan lainnya," kata Haqbani kepada wartawan di sela konferensi bisnis di Ibu Kota Riyadh. "Insya Allah persoalan ini bakal selesai."

Namun Haqbani tidak menjelaskan bagaimana Binladin Group bakal memperoleh dana untuk melunasi tunggakan gaji ribuan karyawannya. Dia juga tidak menyebutkan berapa karyawan bakal menerima tunggakan gaji bulan ini dan kapan pegawai lainnya akan memperoleh hak mereka.

Ribuan pekerja Binladin sudah tidak digaji paling tidak empat bulan. Akibatnya pengerjaan beragam proyek menjadi tanggung jawab Binladin Group berhenti. Hampir saban hari ribuan karyawan Binladin Group berunjuk rasa di kantor-kantor perusahaan di Riyadh, Jeddah, dan Makkah, menuntut tunggakan gaji mereka segera dilunasi.

Krisis keuangan melanda Binladin Group disebabkan pemerintah menghemat belanja negara dan sanksi tidak lagi mendapat proyek baru dari pemerintah setelah musibah derek di Makkah September tahun lalu. Insiden jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram ini menewaskan 111 jamaah dan mencederai lebih dari 200 lainnya. Karena itu pula, perusahaan milik keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, itu rugi miliaran dolar.

Sejumlah perusahaan konstruksi Saudi mengeluhkan molornya pembayaran oleh pemerintah meski proyek mereka kerjakan telah selesai. Namun Haqbani menolak menjawab pertanyaan soal telatnya pembayaran dari pemerintah kepada perusahaan-perusahaan konstruksi mengerjakan proyek.

"Bagi saya, kontrak apapun antara seorang majikan dan pekerja tidak bersyarat," dia menegaskan. "Ini adalah kontrak antara perusahaan dan karyawan di mana karyawan bakal bekerja dan menerima gaji. Tidak ada syarat apapun."

Surat kabar Al-Watan melaporkan hingga kemarin Binladin Group telah memberhentikan 77 ribu ekspatriat asing, termasuk sembilan ribu asal Indonesia.

Sekitar 12 ribu warga Saudi bekerja di Binladin Group juga terancam dipecat. Namun Haqbani mengatakan pemerintah mungkin bakal turut campur supaya hal itu terjadi. Dia memastikan ekspatriat telah diberhentikan Binladin Group tetap bakal menerima tunggakan gaji mereka meski sudah kembali ke negara masing-masing.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR