bisnis

Perusahaan pelanggar beleid Bahrainisasi bakal dikenai denda

Semua perusahaan wajib mempekerjakan satu warga negara Bahrain untuk tiap empat ekspatriat direkrut.

03 Mei 2016 15:26

Pemerintah Bahrain sejak kemarin memberlakukan denda bagi perusahaan melanggar Undang-undang Bahrainisasi atau mencabut izin kerja ekspatriat.

Sesuai beleid itu, semua perusahaan wajib mempekerjakan satu warga negara Bahrain untuk tiap empat ekspatriat direkrut.

Menurut the Labour Market Regulatory Authority (LMRA), pemberlakukan sanksi ini lantaran sejumlah perusahaan diduga memanipulasi undang-undang itu, dengan mempertahankan karyawan warga Bahrain sebagai jaminan mendapat izin kerja bagi ekspatriat, setelah itu karyawan lokal diberhentikan.

Aturan sanksi dikeluarkan kabinet bulan lalu ini menyebutkan perusahaan pelanggar Undang-undang Bahrainisasi akan dikenai denda US$ 800 (300 dinar Bahrain) untuk tiap pekerja asing atau izin kerja mereka dicabut.

"LMRA, Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial, serta pemerintah telah merumuskan program Bahrainisasi ini selama 20 tahun," kata CEO LMRA Ausama Abdullah al-Absi. Dia menambahkan akta itu penting untuk menjamin kesempatan kerja bagi warga negara Bahrain.

Dia menjelaskan LMRA akan menghentikan perpanjangan izin kerja mulai April 2017 jika kuota warga Bahrain bekerja tidak terpenuhi dan akan mengambil segala langkah diperlukan buat mengatasi persoalan ini. Dia mengatakan nilai denda akan ditinjau saban tiga bulan untuk memastikan aturan itu berjalan baik.

"Jika kami merasa denda tidak cukup besar, kami akan naikkan," ujar Absi. "Bila kami anggap memberatkan dan saya tidak percaya itu, kami bakal turunkan."

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus