bisnis

Harga minyak akan stabil di kisaran US$ 50-60 sebarel akhir tahun ini

Harga emas hitam itu bisa mencapai US$ 80 tiap barel dalam tiga atau empat tahun.

03 Mei 2016 16:04

CEO Kuwait Petroleum International (KPI) Bakhit al-Rasyidi hari ini bilang harga minyak mentah global diperkirakan stabil di kisaran US$ 50-60 sebarel akhir 2016 atau awal tahun depan, seperti dilansir kantor berita resmi KUNA.

Rasyidi menambahkan harga emas hitam itu bisa mencapai US$ 80 tiap barel dalam tiga atau empat tahun. Harga minyak mentah Brent saat ini sekitar US$ 46 per barel.

"Kami pikir kenaikan harga ini karena faktor-faktor fundamental pasar," kata Rasyidi. "Harga adalah masalah isu suplai dan permintaan."

Harga minyak pernah menggapai angka di atas US$ 100 sebarel sebelum melorot sejak pertengahan 2014. Bahkan Januari lalu sempat menukik hingga di bawah US$ 30 tiap barel.

KPI, dikenal pula dengan nama Q8, merupakan perusahaan kilang dan pemasaran bahan bakar, oli, dan produk minyak lainnya. KPI adalah anak usaha dari perusahaan minyak dan gas milik negara Kuwait Petroleum Corporation.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus