bisnis

Enam negara Arab Teluk bisa raup US$ 390 miliar pada 2020 dari penjualan obligasi

Qatar diduga defisit US$ 13 miliar tahun ini, defisit pertama dialami Qatar dalam 15 tahun belakangan.

08 Mei 2016 20:35

Enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - diperkirakan mampu meraup dana antara US$ 255 miliar hingga US$ 390 miliar paling lambat 2020 lewat penjualan obligasi internasional dan lokal, menurut laporan GCC Sovereign Debt 2016.

Penjualan surat berharga itu sebagai salah satu kebijakan buat mengurangi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global.

Laporan itu memprediksi total defisit enam negara Arab Teluk itu US$ 318 miliar selama 2015-2016.

Meski negara-negara Arab Teluk ini menghemat belanja anggaran, Qatar diduga defisit US$ 13 miliar tahun ini, defisit pertama dialami Qatar dalam 15 tahun belakangan. Sedangkan Arab Saudi tahun lalu dihantam defisit US$ 99 miliar, tahun ini diperkirakan mengalami defisit US$ 88 miliar.

Qatar akan memperoleh hingga US$ 5 miliar dari penjualan obligasi direncanakan bulan ini, penjualan surat berharga pertama dilakoni Qatar sejak 2011.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus