bisnis

Emirates tahun lalu raup laba US$ 1,9 miliar

Emirates bakal membeli lebih banyak pesawat A380 bila Airbus memutuskan tidak membangun jenis A380neo.

10 Mei 2016 15:11

Emirates Airline bilang labanya tahun lalu melonjak 56 persen menjadi US$ 1,9 miliar.

Dalam jumpa pers hari ini, CEO Emirates Airline Syekh Ahmad bin Said al-Maktum menjelaskan tingginya kenaikan keuntungan itu lantaran pertumbuhan jumlah penumpang dan turunnya harga bahan bakar.

Meski begitu, maskapai penerbangan berpusat di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, ini mengakui pendapatannya merosot empat persen ke angka US$ 23,2 miliar. Penyebabnya adalah menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap mata uang di sebagian besar pasar Emirates.

Presiden Emirates Tim Clark mengatakan pihaknya bakal membeli lebih banyak pesawat Airbus A380 bila Airbus memutuskan tidak membangun jenis A380neo. "Jika mereka memutuskan tidak mengembangkan Neo, kami akan membeli lebih banyak A380," kata Clark. "Kami telah memesan 140 A380 dan sudah memiliki 77 A380."

Maskapai dibentuk pada 1985 ini merupakan anak usaha dari the Emirates Group, kepunyaan Investment Corporation of Dubai, perusahaan milik pemerintah Dubai.
Emirates merupakan perusahaan penerbangan terbesar di Timur Tengah. Dari markasnya di Bandar Udara Internasional Dubai, Emirates mengoperasikan 3.300 penerbangan saban pekan ke lebih dari 148 kota di 78 negara.  

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.





comments powered by Disqus