bisnis

Arab Saudi akan terus genjot produksi minyak

CEO Aramco Amin Nasir memperkirakan harga minyak mentah dunia akan mulai naik paling lambat awal 2017.

10 Mei 2016 22:51

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik negara Arab Saudi, akan memompa produksi minyak untuk memenuhi permintaan global terus naik.

CEO Aramco Amin Nasir memperkirakan harga minyak mentah dunia akan mulai naik paling lambat awal 2017. "Pasokan dan permintaan akan seimbang paling lambat akhir tahun ini atau kuartal pertama tahun depan," kata Nasir kepada wartawan diajak berkunjung ke kantor pusat Aramco di Kota Dhahran, Arab Saudi. "Harga bakal cenderung lebih tinggi ketika keseimbangan itu tercapai."

Harga emas hitam ini anjlok ke level terburuk dalam satu dasawarsa terakhir awal tahun ini, sebab negara-negara produsen menghasilkan minyak melebihi permintaan pasar. Namun harga kini stabil di kisaran US$ 45 sebarel meski Saudi menolak rencana penetapan batas produksi.

IEA (Badan Energi Internasional) memperkirakan permintaan minyak global akan naik di semester kedua tahun ini dan sedikit melebihi suplai saat ini sekitar 96 juta barel per hari.

Aramco memproduksi lebih dari sepuluh juta barel minyak tiap hari. Nasir menegaskan produksi bisa naik bila ada lebih banyak pembeli. "Strategi kami adalah memenuhi permintaan atas minyak Saudi Aramco," ujar Nasir. "Jika itu berarti kami perlu memompa lebih banyak lagi, kami akan lakukan itu."

Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan rencana untuk IPO (penjualan saham perdana) Aramco di bursa Saudi dan tiga bursa global, yakni New York, London, dan Hong Kong.  

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memprediksi IPO maksimal lima persen saham Aramco itu bisa menghasilkan lebih dari US$ 2 triliun.

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Investor Rusia berminat beli saham Aramco

Cina tahun lalu mengajukan penawaran untuk membeli lima persen saham Aramco.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Hong Kong, London, dan New York masuk dalam daftar lokasi IPO Aramco

Keputusan akhir di tangan Putera Mahkota Pangeran Muhamnad bin Salman.





comments powered by Disqus