bisnis

Moody's turunkan peringkat Arab Saudi

Peringkat kredit Bahrain juga turun dari Ba1 menjadi Ba2, mengisyaratkan risiko utang besar.

15 Mei 2016 01:56

Moody's Investors Service menurunkan peringkat utang Arab Saudi, Bahrain, dan Oman, terkait melorotnya harga minyak mentah global.  

Moody's adalah lembaga pemeringkat kredit berpusat di Kota New York, Amerika Serikat, dan didirikan pada 1909. Bareng Standard & Poor's dan Fitch, Moody's adalah tiga badan pemeringkat utang berkaliber internasional.

Moody's menurunkan peringkat utang jangka panjang Arab Saudi menjadi A1, berarti risiko kredit rendah, dari Aa2 lantaran anjloknya harga minyak. Namun Moody's bilang peringkat kredit negara Kabah ini bisa melonjak lagi setelah Riyadh mengumumkan Visi 2030.

Dalam Visi 2030 diumumkan Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman itu, Arab Saudi bakal mengurangi ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak. Arab Saudi berencana melakukan diversifikasi ekonomi, termasuk privatisasi, pemberlakuan VAT (pajak pertambahan nilai), serta pengurangan subsidi listrik, air, dan bahan bakar.     

Peringkat kredit Bahrain juga turun dari Ba1 menjadi Ba2, mengisyaratkan risiko utang besar. Moody's memperingatkan beban utang pemerintah diperkirakan kian parah dalam dua atau tiga tahun mendatang.

Moody's juga mengurangi peringkat Oman menjadi Baa1, bermakna risiko kredit sedang, dari A3. Lembaga ini mengatakan Oman rentan akan gejolak harga minyak karena sumber pendapatan negara amat bergantung pada sektor ini.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus