bisnis

Binladin Group kesulitan dana, penyelesaian proyek Menara Jeddah molor setahun

Peresmian Menara Jeddah tertunda hingga akhir 2019 dari jadwal semula pada 2018.

17 Mei 2016 20:16

Kesulitan keuangan tengah dialami perusahaan konstruksi raksasa Saudi Binladin Group sebagai kontraktor pembangunan Menara Jeddah, tadinya bernama Menara Kerajaan, bakal membuat molor penyelesaian proyek itu.

Calon bangunan terjangkung sejagat itu - setinggi satu kilometer - tadinya direncanakan selesai 2018, namun peresmiannya bakal tertunda hingga 2019.

Arabian Business Maret lalu melaporkan pengerjaan Menara Jeddah baru rampung 20 persen.

Kepada the National, Hisyam Jumah, kepala pembangunan di Jeddah Economic Company, pengembang Menara Jeddah, bilang penyelesaian proyek itu bakal mundur hingga akhir 2019.  

Dia mengatakan penundaan peresmian karena sejumlah faktor, termasuk kesulitan keuangan tengah dialami Binladin Group. "Pada dasarnya masalah keuangan...sampai kami berhasil mendapatkan pinjaman untuk memastikan pembayaran kepada kontraktor lebih stabil sesuai jadwal," kata Jumah.

Saudi Binladin Group mengalami krisis keuangan setelah jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, September tahun lalu. Akibatnya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menjatuhkan sanksi Binladin Group sebagai kontraktor tidak akan dikasih proyek pemerintah lagi.

Tekanan kian besar setelah pemerintah menghemat belanja karena defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global.

Tiga hingga empat bulan sejak musibah itu, Juma mengatakan proses pembangunan berjalan sangat lambat. Satu lantai biasanya diselesaikan dalam lima hari, kini perlu enam sampai delapan hari.

Kingdom Holding Company, induk usaha dari Jeddah Economic Company, dilaporkan telah memperoleh pinjaman US$ 2,2 miliar untuk mendanai proyek Menara Jeddah sampai selesai.

Sebagai kontraktor, Binladin Group menguasai 16,66 persen saham di Jeddah Economic Company.

Ambisi Menara Jeddah menjadi bangunan tertinggi di dunia bakal disaingi oleh proyek Menara Pengantin di Basrah, Irak, dan proyek pembangunan menara di Dubai, Uni Emirat Arab.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Perbandingan Menara Jeddah dengan bangunan tertinggi di dunia lainnya. (Jeddah Economic Company)

Proyek menara terjangkung sejagat berlanjut

Menara Jeddah meliputi apartemen, hotel, dan pusat belanja direncanakan setinggi lebih dari seribu meter.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Jumlah Arab supertajir akan naik menjadi 500 orang pada 2022

Khusus di Arab Saudi, populasi Arab supertajir diperkirakan melonjak 17 persen menjadi 140 orang pada 2022.

19 September 2018

TERSOHOR