bisnis

Fulus US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman

Yaman terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan.

18 Mei 2016 10:45

Fulus sebanyak US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman, berlokasi di wilayah dikuasai milisi Al-Hutiyun di Ibu Kota Sanaa.

Menteri Luar Negeri Yaman Abdil Malik al-Mikhlafi bilang kepada wartawan, negaranya terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan. Namun dia tidak menuding pihak mana bertanggung jawab atas hilangnya duit US$ 4 miliar itu dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

MIkhlafi mengatakan perang antara pemerintah dukungan Arab Saudi dan pemberontak Al-Hutiyun sokongan Iran telah memicu krisis kemanusiaan di negara termiskin di Semenanjung Arab itu.

Pertempuran sejak Maret tahun lalu itu, menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa 2,8 juta lainnya mengungsi.

Runyamnya situasi keamanan di Yaman telah dimanfaatkan oleh Al-Qaidah dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk mengkonsolidasikan kekuatan.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus