bisnis

Binladin Group dapat pinjaman US$ 667 juta buat atasi krisis keuangan

Perusahaan ini menjaminkan tanah untuk mendapat utang dari Arab National Bank dan Saudi British Bank.

19 Mei 2016 08:22

Perusahaan konstruksi raksasa Saudi Binladin Group akhirnya memperoleh pinjaman dari dua bank lokal senilai 2,5 miliar riyal (US$ 667 juta) untuk mengatasi krisis keuangan tengah mereka hadapi.

Sumber-sumber di sektor perbankan kemarin mengungkapkan pinjaman itu berasal dari Arab National Bank dan Saudi British Bank.

Ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan perusahaan konstruksi terbesar di Timur Tengah itu setelah dililit persoalan keuangan sejak tahun lalu. Binladin Group menolak mengumumkan kondisi keuangan mereka, tapi menurut bankir-bankir komersial di kawasan Arab Teluk, Binladin Group memiliki utang sekitar US$ 30 miliar kepada bank lokal dan internasional.

Setelah musibah jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, dan menewaskan 111 jamaah haji September tahun lalu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz melarang Binladin Group sebagai pelaksana proyek ikut tender pemerintah. Para petinggi perusahaan itu juga dilarang bepergian ke luar negeri. Namun dua larangan ini dicabut akhir bulan lalu dengan alasan hanya sedikit perusahaan konstruksi lokal mampu mengerjakan proyek-proyek raksasa dan strategis.

Dua dari sumber-sumber perbankan itu bilang Binladin Group menjaminkan tanah mereka untuk memperoleh pinjaman US$ 667 juta itu. Namun keduanya menolak menyebut berapa luas dan di mana lokasi tanah menjadi jaminan utang Binladin Group ini. "Tidak seorang pun berpikir bakal memberikan pinjaman saat bisnis konstruksi sedang tidak aman," kata seorang sumber itu.

Binladin Group dan perusahaan konstruksi lainnya di Arab Saudi menjadi korban penghematan belanja negara akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Gara-gara hal ini, pembayaran oleh pemerintah terhadap kontraktor ikutan molor.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pemerintah Arab Saudi mulai bayar tagihan biaya proyek kepada Binladin Group

Chariman Binladin Group Bakar Bin Ladin telah menemui para pekerja untuk meyakinkan mereka masa depan perusahaan aman.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR