bisnis

Qatar berharap raup US$ 5 miliar dari penerbitan obligasi

Moody's memperkirakan ekonomi Qatar akan tumbuh rata-rata 3,6 persen mulai tahun ini hingga 2020.

22 Mei 2016 07:08

Qatar berharap meraup dana US$ 5 miliar dari penerbitan obligasi internasional.

Mengutip seorang bankir terlibat dalam hal itu, surat kabar the Sunday Times hari ini melaporkan Qatar bakal menerbitkan obligasi Rabu pekan depan. Dia menambahkan negara pengekspor gas terbesar sejagat ini telah menggelar serangkaian pertemuan dengan para investor dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat serta telah menunjuk sepuluh bank untuk menjual obligasi internasionalnya.

Ini merupakan penerbitan surat utang negara pertama dilakoni Qatar dalam lima tahun. Kebijakan ini ditempuh untuk mengurangi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014, seperti dialami lima negara Arab Teluk lainnya. Qatar tahun ini diperkirakan mengalami defisit US$ 12,8 miliar.

Menteri Keuangan Qatar Ali al-Imadi akhir tahun lalu bilang negaranya akan menjual obligasi domestik dan internasional buat menutup defisit.

Moody's Investors Service - berkantor pusat di Kota New York, Amerika Serikat - pekan lalu menempatkan Qatar sebagai negara dengan tingkat investasi ketiga tertinggi di kawasan Teluk. Perusahaan pemeringkatan kredit didirikan pada 1909 ini memperkirakan ekonomi Qatar akan tumbuh rata-rata 3,6 persen mulai tahun ini hingga 2020.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.





comments powered by Disqus