bisnis

Pangeran Al-Walid akan investasi di sektor wisata, perbankan, dan infrastuktur

Presiden meminta keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu untuk menanamkan modal dalam pembangunan pelabuhan-pelabuhan besar serta di bidang minyak dan gas.

22 Mei 2016 20:49

Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Bogor, Jawa Barat, Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi bilang berminat berinvestasi di Indonesia di sektor pariwisata, perbankan, dan infrastruktur.

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sedangkan Pangeran Al-Walid ditemani Duta Besar Arab Saudi buat Indonesia Mustafa Ibrahim al-Mubarak, sekretaris pribadi Hasna at-Turki, dan tim dari perusahaannya, Kingdom Holding Company.

"Dia berencana berinvestasi di sektor pariwisata, perbankan, dan infrastruktur," kata Agus Maftuh kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. Dia menambahkan Presiden meminta keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu untuk menanamkan modal dalam pembangunan pelabuhan-pelabuhan besar serta di bidang minyak dan gas.

Pertemuan keduanya berlangsung sekitar sejam. Presiden berharap kunjungan Pangeran Al-Walid akan makin mempererat hubungan ekonomi dan persahabatan kedua negara.

Ini merupakan lawatan pertama Pangeran Al-Walid, orang paling tajir nomor 41 sejagat versi majalah Forbes tahun ini, ke Indonesia. Dia mendarat Jumat malam di Denpasar, Bali, menggunakan jet pribadinya. Dia datang bareng 23 anggota rombongannya.

"Dia punya banyak properti di Bali," ujarnya. Namun Agus Maftuh mengaku tidak tahu di mana sang pangeran menginap di Pulau Dewata itu.

Menurut Agus Maftuh, sebelum ke Indonesia lelaki 61 tahun itu melawat ke Shanghai Cina. Dari Indonesia, dia menambahkan, pangeran berharta US$ 18,6 miliar ini bakal melanjutkan perjalanan ke Filipina.  

Pangeran Al-Walid Ramadan tahun lalu menghebohkan dunia setelah mengumumkan bakal menyumbangkan seluruh kekayaannya bagi peradaban dan kemanusiaan.

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Arab News)

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

20 Agustus 2018

TERSOHOR