bisnis

Perusahaan Rusia dapat kontrak US$ 1 miliar dari Iran buat bangun lima rig laut

Iran akan segera membayar 15 persen dari US$ 200 juta harga rig pertama.

24 Mei 2016 06:26

Perusahaan asal Rusia Krasnye Barrikady telah memperoleh kontrak US$ 1 miliar dari Iran untuk membangun lima rig laut di perairan Teluk Persia.

Perusahaan pembuatan kapal dan tanker ini dibentuk pada 1886 dan berkantor pusat di Astrakhan, Rusia.

Seorang pejabat Krasnye mengungkapkan kpada kantor berita Reuters, proyek telah dirundingkan hampir dua tahun itu bakal didanai bersama oleh Rusia dan Iran. Dia menambahkan Iran akan segera membayar 15 persen dari US$ 200 juta harga rig pertama.

Iran, produsen minyak terbesar ketiga OPEC (Organisasi Negara-negara Pengkespor Minyak), memang tengah membangun infrastruktur minyak mereka setelah sanksi ekonomi atas negara itu dicabut Januari lalu. Negara Mullah ini juga berkomitmen menaikkan produksi emas hitam mereka saat ini sudah 2,5 juta barel sehari.

Rusia dan Iran memang sudah lama menjalin kerja sama di beragam bidang, termasuk pembangkit listrik serta proyek eksplorasi dan produksi.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.





comments powered by Disqus