bisnis

BP dan Shell ikut dalam tender proyek ladang minyak terbesar di Qatar

Kontrak Maersk akan berakhir tahun depan. Qatar ingin menaikkan kapasitas produksi Syahin menjadi setengah juta barel sehari.

26 Mei 2016 15:01

Enam perusahaan minyak internasional telah mengajukan diri untuk ikut tender proyek pengelolaan ladang minyak terbesar di Qatar.

Keenam perusahaan minyak asing itu, menurut dua orang sumber kepada kantor berita Reuters, adalah British Petroleum (BP), Royal Dutch Shell Plc, Maersk, Total SA, Chevron Corp, dan ConocoPhillips.

Dua sumber itu mengungkapkan perusahaan negara Qatar Petroleum akan memberikan kontrak untuk mengelola ladang minyak Asy-Syahin, berlokasi sekitar 80 kilometer dari lepas pantai Qatar dan semester kedua tahun ini menghasilkan 300 ribu barel minyak sehari.

Para pejabat di Maersk, Chevron, Conoco, dan Qatar Petroleum tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Shell dan BP menolak memberi keterangan.

Seorang juru bicara Total bilang CEO Patrick Pouyanne telah membenarkan perusahaannya telah mengajukan diri awal bulan ini.

AP Moller-Maersk, perusahaan minyak asal Denmark memiliki Maersk Oil Qatar, pada 4 Mei lalu mengatakan pihaknya memang mengajukan diri dalam tender itu, namun tidak yakin bakal menang.

Maersk telah mengelola ladang minyak Syahin sejak 1992 dan kontrak berdurasi 25 tahun itu bakal habis tahun depan. Maersk kaget karena Qatar tahun lalu mengumumkan akan membuka tender untuk kontrak baru di Syahin.

Seorang sumber dalam industri minyak Qatar menjelaskan negara Arab Teluk ini mengundang perusahaan-perusahaan minyak besar dunia untuk ikut tender karena ingin meningkatkan kapasitas produksi Syahin menjadi setengah juta barel per hari.

Maersk Oil tadinya berencana menaikkan produksi Syahin ke angka 525 ribu barel tiap hari pada 2010, setelah rencana pembangunan disetujui pada 2005. Tapi produksinya masih tetap 300 ribu barel, setengah dari total produksi minyak Qatar saban hari.

Cadangan minyak di Qatar memang kecil dan tersebar di berbagai wilayah sehingga menyulitkan produksi.

BP mundur dari proyek gas alam cair pertama Qatar senilai US$ 4,3 miliar pada 1992. Mereka beralasan proyek itu tidak menguntungkan.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus