bisnis

Binladin Group akan jual aset buat bayar tunggakan gaji karyawan

Untuk memperoleh pinjaman dari dua bank lokal, Binladin Group dikabarkan telah menjual tanah perusahaan.

02 Juni 2016 09:10

Perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group bakal menjual sejumlah asetnya untuk membayar tunggakan gaji ribuan karyawan. Kabar itu muncul setelah ribuan pekerja Binladin Group pekan ini berunjuk rasa di depan kantor perusahaan itu di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Mengutip seorang sumber, media lokal kemarin melaporkan perusahaan tengah dililit krisis keuangan ini terpaksa akan menjual aset buat melunasi tunggakan gaji ribuan karyawan. Dia menambahkan Binladin Group sejatinya tengah menggarap proyek senilai 490 miliar riyal, namun 248 miliar di antaranya mandek.

Ribuan pekerja berunjuk rasa pekan ini marah benar karena mereka tidak bisa pulang ke negara masing-masing untuk berpuasa Ramadan, sebab belum menerima gaji. Pasukan keamanan membubarkan paksa ribuan orang ini setelah memblokir kawasan Al-Hamadinia, utara Jeddah. Sebagian pekerja mengklaim mereka belum digaji sejak setengah tahun lalu.

Beberapa karyawan mengaku tidak bisa memahami alasan perusahaan belum melunasi tunggakan gaji sebelum Ramadan. Apalagi pemerintah Arab Saudi sudah mencabut larangan Binladin Group ikut tender proyek pemerintah.

Pekerja bernama Ali al-Ghamdi bilang Binladin Group mestinya serius mengatasi masalah tunggakan gaji karyawan setelah larangan itu dicabut. Apalagi, menurut dia, perusahaan itu sudah mendapat pinjaman 2,5 miliar riyal dari Saudi British Bank dan National Arab Bank.

Juru bicara Binladin Group Yasin al-Attas tidak mau berkomentar soal kondisi keuangan perusahaan. Dia bilang manajemen Binladin Group berkomitmen mambayar gaji karyawan.

Untuk memperoleh pinjaman dari dua bank lokal, Binladin Group dikabarkan telah menjual tanah perusahaan. Namun tidak diketahui lokasi dan berapa luasnya.

Perusahaan konstruksi terbesar di Timur Tengah ini diduga berutang US$ 30 miliar kepada bank lokal dan internasional.  

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR