bisnis

Iran targetkan investasi US$ 185 miliar di sektor minyak paling lambat 2021

Februari lalu, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan negara Mullah itu memerlukan investasi US$ 200 miliar untuk membangun industri minyak.

02 Juni 2016 15:50

Wakil Menteri Perminyakan Iran Urusan Kerja Sama Internasional Amir Husain Zamaninia kemarin mengatakan negaranya berencana menggaet investasi baru senilai US$ 185 miliar di sektor minyak dalam lima tahun mendatang.

Kantor berita Tasnim melaporkan investasi itu akan mencakup semua bidang di sektor minyak, termasuk industri hulu dan petrokimia.

"Pelaksanaan model baru kontrak minyak Iran, dikenal dengan IPC (Kontrak Minyak Terintegrasi), adalah salah satu cara menarik investor untuk membangun industri minyak Iran berbarengan dengan rencana kami memberagamkan sumber pendapatan negara," kata Zamaninia kepada Tasnim. Dia menjelaskan dari target investasi itu, sebanyak US$ 85 miliar diperkirakan diserap sektor hulu industri perminyakan.

Februari lalu, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan negara Mullah itu memerlukan investasi US$ 200 miliar untuk membangun industri minyak. "Sumber-sumber internal tidak cukup untuk memenuhi anggaran itu, sehingga kami mesti menggaet investasi asing," ujarnya. Dia menambahkan IPC dibikin buat mewujudkan hal itu.

Pada November tahun lalu, Iran memperkenalkan IPC untuk menggantikan kontrak beli balik. Sistem ini diharapkan lebih fleksibel dalam hal fluktuasi harga minyak dan risiko investasi, untuk membuat sektor minyak lebih menarik secara finansial.   

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.





comments powered by Disqus