bisnis

Pebisnis UEA beli pelat nomor 1 seharga US$ 4,9 juta

Pelat nomor termahal di UEA adalah seharga US$ 14,2 juta, terjual dalam lelang pada 2008.

08 Juni 2016 00:10

Sebuah pelat nomor mobil 1 terjual seharga 18 juta dirham (US$ 4,9 juta) dalam lelang digelar di Uni Emirat Arab (UEA) Sabtu pekan lalu.

Pemenangnya adalah pengusaha UEA bernama Arif Ahmad az-Zaruni. "Ambisi saya adalah selalu menjadi nomor satu," katanya kepada Gulf News.

Zaruni mendapatkan pelat nomor istimewa itu setelah 18 kali mengajukan tawaran harga. Namun pelat nomor 1 akhirnya dia miliki bukanlah pelat nomor termahal pernah terjual dalam lelang di negara Arab Teluk itu.

Pada 2008, pelat nomor 1 di Abu Dhabi terjual seharga 52,2 juta dirham (US$ 14,2 juta) dalam sebuah lelang dimenangkan pengusaha UEA Said Abdil Ghaffar Khouri. Sedangkan pelat nomor 1 kepunyaan Zaruni untuk wilayah Syarjah.

Pada Mei 2008, seorang pebisnis tajir UEA juga membeli pelat nomor 5 seharga US$ 6,8 juta lewat lelang.

Dalam lelang itu, dijual sebanyak 66 pelat nomor. Paling populer adalah pelat nomor 12, 22, 50, 100, 333, 777, 1000, 2016, 2020, dan 99999. Hasil lelang ini berhasil mengumpulkan fulus 50 juta dirham (US$ 13,6 juta)

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Jutawan Timur Tengah saat ini berjumlah 642.800 orang

Total kekayaan mereka US$ 2,42 triliun.

Mobil-mobil supermewah milik anak-anak muda Arab supertajir di London. (SWNS.com)

Arab supertajir asal Qatar berutang denda parkir terbanyak di London

Prancis memuncaki daftar berisi sepuluh negara itu.

Claridge's Hotel termasuk dalam daftar hotel supermewah milik Qatar harus diboikot. (Daily Mail)

Arab supertajir boikot hotel-hotel supermewah di London milik Qatar

Constellation membeli ketiga hotel supermewah itu dari the Barclay dua tahun lalu, setelah bersaing dengan investor asal Abu Dhabi.

Bursa saham Arab Saudi atau Tadawul. (Mubasher)

Konglomerat Saudi tunjuk HSBC buat persiapan IPO perusahaan air minum kemasan

IPO sebesar 30 persen saham itu dilaksanakan paling cepat awal tahun depan.





comments powered by Disqus