bisnis

Saudi tidak akan berlakukan pajak pendapatan bagi warga negaranya

Saudi baru menyetujui rencana penerapan VAT dan pajak atas produk-produk merugikan kesehatan, seperti tembakau dan minuman ringan.

09 Juni 2016 16:02

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan tidak akan memberlakukan pajak pendapatan bagi warga negaranya.

Menteri Keuangan Arab Saudi Ibrahim al-Assaf bilang penerapan pajak terhadap ekspatriat dan warga negara asing juga baru sekadar usulan. "Tidak akan ada pajak pendapatan bagi warga negara Arab Saudi," katanya dalam jumpa pers Selasa lalu. "Soal pajak pendapatan terhadap warga asing, belum disetujui dan masih dikaji. Itu usulan lama."

Assaf mengatakan pemerintah juga tidak akan memberlakukan pajak remiten terhadap kaum ekspatriat mengirim uang ke negaranya. Dia menambahkan NTP (Rencana Transformasi Nasional) diumumkan Senin pekan ini telah menyetujui penerapan VAT (pajak pertambahan nilai) pada 2018 dan pajak atas produk merugikan kesehatan, seperti tembakau dan minuman ringan.

Sebelumnya muncul kabar negara Kabah itu akan memberlakukan pajak pendapatan kepada warganya dan penduduk asing.

Buat mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014, negara-negara Arab Teluk berencana memberlakukan VAT serta mengurangi subsidi bahan bakar, air, dan listrik.  

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus