bisnis

Saudi cari investor asing buat bangun dua pembangkit listrik tenaga surya

Tiap pembangkit itu direncanakan menghasilkan 50 megawatt listrik dan dibangun di atas lahan disediakan oleh SEC. Pemodal kemudian bakal menjual listrik ke SEC dalam jangka panjang.

12 Juni 2016 22:47

Arab Saudi tengah mencari investor asing tertarik membangun dua pembangkit listrik tenaga surya.

Perusahaan milik negara Saudi Electricity Company (SEC) akhir pekan lalu bilang pihaknya mengundang perusahaan asing atau konsorsium dari seluruh dunia untuk mendirikan dua pembangkit listrik itu di Al-Juf dan Rafha, utara Arab Saudi.

Masing-masing pembangkit itu direncanakan menghasilkan 50 megawatt listrik dan dibangun di atas lahan disediakan oleh SEC. Pemodal kemudian bakal menjual listrik ke SEC dalam jangka panjang.

Menurut MESIA (Asosiasi Industri Surya Timur Tengah), ini merupakan tender pertama dilakoni Arab Saudi dengan melibatkan pemodal luar negeri untuk bekerja sama membangun dan mengoperasikan fasilitas energi terbarukan.

Seorang eksekutif indutri listrik di kawasan Teluk memperkirakan dana pembangunan tiap pembangkit itu antara US$ 100 juta sampai US$ 120 juta.

SEC menjelaskan HSBC Holdings Plc, unit usaha SEC, akan bertindak sebagai konsultan keuangan buat tender itu, DLA Piper sebagai penasihat hukum, dan DNV GL menjadi konsultan teknisnya.

Sesuai NTP (Rencana Transformasi Nasional), Arab Saudi bakal memberlakukan kerja sama pemerintah dan swasta, di mana swasta akan lebih berperan dalam pendanaan proyek dan mengoperasikan untuk mendapatkan keuntungan.

Lewat Visi 2030 diumumkan April lalu, negara Kabah itu menargetkan produksi 9,5 gigawatt listrik dari sumber energi terbarukan paling lambat 2030. Kebijakan ini untuk membantu mengubah minyak menjadi komoditas ekspor ketimbang dipakai buat kebutuhan energi di dalam negeri.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Bagan tarif listrik di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Tarif listrik di Arab Saudi naik 300 persen sejak hari ini

Lebih dari 70 persen listrik dipakai untuk sistem pendingin udara.





comments powered by Disqus