bisnis

Saudi cari investor asing buat bangun dua pembangkit listrik tenaga surya

Tiap pembangkit itu direncanakan menghasilkan 50 megawatt listrik dan dibangun di atas lahan disediakan oleh SEC. Pemodal kemudian bakal menjual listrik ke SEC dalam jangka panjang.

13 Juni 2016 05:47

Arab Saudi tengah mencari investor asing tertarik membangun dua pembangkit listrik tenaga surya.

Perusahaan milik negara Saudi Electricity Company (SEC) akhir pekan lalu bilang pihaknya mengundang perusahaan asing atau konsorsium dari seluruh dunia untuk mendirikan dua pembangkit listrik itu di Al-Juf dan Rafha, utara Arab Saudi.

Masing-masing pembangkit itu direncanakan menghasilkan 50 megawatt listrik dan dibangun di atas lahan disediakan oleh SEC. Pemodal kemudian bakal menjual listrik ke SEC dalam jangka panjang.

Menurut MESIA (Asosiasi Industri Surya Timur Tengah), ini merupakan tender pertama dilakoni Arab Saudi dengan melibatkan pemodal luar negeri untuk bekerja sama membangun dan mengoperasikan fasilitas energi terbarukan.

Seorang eksekutif indutri listrik di kawasan Teluk memperkirakan dana pembangunan tiap pembangkit itu antara US$ 100 juta sampai US$ 120 juta.

SEC menjelaskan HSBC Holdings Plc, unit usaha SEC, akan bertindak sebagai konsultan keuangan buat tender itu, DLA Piper sebagai penasihat hukum, dan DNV GL menjadi konsultan teknisnya.

Sesuai NTP (Rencana Transformasi Nasional), Arab Saudi bakal memberlakukan kerja sama pemerintah dan swasta, di mana swasta akan lebih berperan dalam pendanaan proyek dan mengoperasikan untuk mendapatkan keuntungan.

Lewat Visi 2030 diumumkan April lalu, negara Kabah itu menargetkan produksi 9,5 gigawatt listrik dari sumber energi terbarukan paling lambat 2030. Kebijakan ini untuk membantu mengubah minyak menjadi komoditas ekspor ketimbang dipakai buat kebutuhan energi di dalam negeri.

Pengguna iPhone. (Yeni Safak)

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Kota di Turki hentikan pemberian izin bagi McDonald's dan Burger King

Presiden Amerika Donald Trump kemarin menaikan tarif impor aluminium dan baja asal Turki masing-masing sebesar 20 persen dan 50 persen.

Bagan tarif listrik di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Tarif listrik di Arab Saudi naik 300 persen sejak hari ini

Lebih dari 70 persen listrik dipakai untuk sistem pendingin udara.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.

17 Agustus 2018

TERSOHOR