bisnis

Oman akan terbitkan sukuk US$ 2,5 miliar buat atasi defisit

Terdiri dari sukuk senilai US$ 1 miliar berjangka lima tahun dan US$ 1,5 miliar berlaku sepuluh tahun.

20 Juni 2016 05:55

Kementerian Keuangan Oman Sabtu lalu bilang pihaknya telah memberikan wewenang kepada lima bank internasional buat menyiapkan penerbitan dua sukuk senilai US$ 2,5 miliar. Kebijakan ini buat mengatasi defisit anggaran negara akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Sejumlah pejabat Kementerian Keuangan Oman membenarkan rencana penjualan sukuk itu. Mereka bilang akan terdiri dari sukuk senilai US$ 1 miliar berjangka lima tahun dan US$ 1,5 miliar berlaku sepuluh tahun.

Tapi kementerian tidak menyebut nama kelima bank asing bakal menjual sukuk Oman itu.

Selain Oman, lima negara Arab Teluk lainnya - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain - juga defisit akibat anjloknya harga minyak dunia. Mereka lantas mengambil sejumlah langkah buat mengatasi defisit, termasuk lewat pencabutan subsidi energi dan rencana memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai 2018.  

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

Oman tunda penerapan VAT hingga 2019

Oman diprediksi mengalami defisit tahun ini tiga miliar riyal.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ilustrasi VAT (pajak pertambahan nilai. (Arabian Business)

Oman bisa raup US$ 1 miliar setahun dari VAT

Enam negara anggota GCC berencana berlakukan VAT mulai Januari 2018.

Ibu Kota Muskat, Oman. (marketingleader.om)

Defisit Oman naik menjadi US$ 10,4 miliar

Oman sudah menghapus subsidi atas bensin dan solar.





comments powered by Disqus