bisnis

Iran Air rupanya ingin beli 80 Boeing dan menyewa 29 Boeing 737

Dua anggota Kongres Amerika mengkritik kesepakatan dengan maskapai milik pemerintah Iran itu.

25 Juni 2016 13:08

Menjawab kritikan dari dua anggota Kongres Amerika Serikat, pabrik pesawat Boeing membeberkan detail dari kesepakatan dengan Iran Air, maskapai milik pemerintah Iran.

Dalam suratnya kepada Kongres Kamis lalu, Tim Keating, pejabat tinggi Boeing, mengatakan Iran Air ingin membeli 80 pesawat penumpang beragam tipe seharga US$ 17,6 miliar dan menyewa 29 pesawat Boeing 737, dengan pengiriman diperkirakan dimulai paling cepat awal tahun depan.

Keating menegaskan Boeing dalam mencapai kesepakatan dengan perusahaan asal Iran itu akan sangat terikat dengan persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat. "Sebagai perusahaan, kami tidak memiliki sumber intelijen lebih baik ketimbang pemerintah Amerika," tulisnya. "Karena itu, kami amat bergantung pada pemerintah Amerika buat memberi informasi dibutuhkan agar kami tetap sesuai aturan."

Sejak sanksi ekonomi atas negaranya dicabut Januari tahun ini, Iran menjadikan pembaruan armada pesawat penumpang sebagai salah satu prioritas. Menteri Transportasi Iran pekan ini bilang negaranya membutuhkan 551 pesawat penumpang baru dalam sembilan tahun mendatang.

Teheran Januari lalu mencapai kesepakatan untuk membeli 118 pesawat penumpang Airbus seharga US$ 27 miliar. Negara Mullah ini juga sudah memesan 20 pesawat ATR.

Surat Keating itu menanggapi surat bertanggal 16 Juni dari dua politikus Partai Republik, Peter Roskam dan Jeb Hensarling. Keduanya mengkritik segala langkah menuju normalisasi hubungan dengan Iran setelah hampir tiga dasawarsa Amerika dan Iran bermusuhan dan saling tidak percaya.

Roskam dan Hensarling mengatakan Amerika sudah menuduh Iran sebagai negara mensponsori terorisme. Mereka juga menuding negeri Persia itu memakai pesawat komersial untuk membantu para musuh dunia. Keduanya meminta penjelasan bagaimana Boeing bakal mencegah Iran menggunakan pesawat buatan Boeing untuk tujuan itu.

Surat kedua anggota Kongres Amerika itu mengingatkan lima tahun lalu Iran Air mendapat sanksi dari Amerika karena mengirim peralatan militer atas nama Garda Revolusi Iran dan Kementerian Pertahanan Iran. "Tidak ada alasan buat mempercayai perusahaan itu (Iran Air) telah meninggalkan kegiatan jahat."

Menanggapi kecurigaan ini, Keating menjelaskan Boeing telah berunding secara legal dengan Iran Air, menurut syarat-syarat dibolehkan oleh kesepakatan nuklir dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama.  

Dia menambahkan Boeing belum sampai pada keputusan soal bagaimana pembiayaan Iran atas pesawat dipesan. Dia menegaskan lagi tentang komitmen Boeing buat menaati apa-apa yang dibolehkan oleh pemerintah Amerika dalam berbisnis dengan Iran.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Boeing tidak akan kirim 110 pesawat pesanan Iran

Nilainya sekitar US$ 20 miliar.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran Air teken kontrak pembelian 20 ATR

Sesuai kesepakatan, IranAir juga bisa menambah lagi pesanan 20 pesawat ATR.

Pesawat Iran Air, maskapai milik pemerintah Iran. (Arabian Business)

Iran terima pesawat pertama pesanan dari Airbus

Iran memesan sekitar 200 pesawat penumpang dari Airbus dan Boeing.

Pesawat Iran Air, maskapai milik pemerintah Iran. (Arabian Business)

Iran kurangi pesanan Airbus

Nilai kontrak pembelian pesawat Airbus oleh Iran tidak akan lebih dari US$ 10 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR