bisnis

Arab Saudi tunjuk Citigroup, HSBC, dan JP Morgan buat terbitkan obligasi

Nilainya diperkirakan US$ 16,5 miliar, lebih besar dibanding obligasi internasional diterbitkan Qatar bulan lalu, yakni US$ 9 miliar.

27 Juni 2016 10:41

Arab Saudi telah menunjuk tiga bank - Citigroup, HSBC, dan JP Morgan - untuk mengelola penerbitan obligasi internasional milik pemerintah negara Kabah itu.

Dua sumber mengetahui rencana itu kemarin bilang obligasi bakal diterbitkan pemerintah Arab Saudi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penerbitan surat utang negara.

Arab Saudi akan memasuki pasar obligasi internasional untuk membantu mengatasi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Negeri Dua Kota Suci ini tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 100 miliar. IMF (Dana Moneter Internasional) telah memprediksi Arab Saudi akan mengalami defisit hingga 2020.

Dua sumber itu mengungkapkan obligasi akan diterbitkan pemerintah Saudi itu diperkirakan nilainya sama dengan obligasi internasional dirilis pemerintah Argentina April lalu, yakni US$ 16,5 miliar. Sedangkan obligasi keluaran pemerintah Qatar bulan lalu yang terbesar di kawasan Arab Teluk, yaitu senilai US$ 9 miliar.

Juru bicara Kementerian Keuangan Arab Saudi menolak mengomentari soal rencana penerbitan obligasi itu.

Salah satu dari dua sumber itu menjelaskan ketiga bank ini - Citigroup, HSBC, dan JP Morgan - telah ditunjuk sebagai koordinator global untuk transaksi. Artinya akan ada bank lain terlibat dalam penerbitan obligasi miik pemerintah Saudi untuk menangani tugas lainnya.

Bank-bank lain akan dilibatkan kemungkinan besar yang ikut menangani pencarian pinjaman asing sebesar US$ 10 miliar bagi Arab Saudi awal bulan ini.

Transaksi obligasi internasional diterbitkan Arab Saudi kemungkinan berlaku bulan depan dan akan berlangsung sepuluh hari.

Selain menerbitkan obligasi internasional, buat mengatasi defisit, pemerintah Arab Saudi juga menjual obligasi domestik senilai 20 miliar riyal (US$ 5,33) sebulan sejak Agustus tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.





comments powered by Disqus