bisnis

Investasi Kuwait di Inggris dipastikan aman setelah Brexit

Pada 2013, SWFI bilang KIA melipatgandakan nilai investasinya di Inggris menjadi lebih dari US$ 24 miliar.

28 Juni 2016 00:12

Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah digelar referendum Kamis pekan lalu mengguncang dunia. Terjadi kerugian US$ 2,1 triliun akibat rontoknya saham di bursa-bursa global.

Menteri Keuangan Kuwait Anas as-Saleh kemarin memastikan investasi negaranya di Inggris aman dari pengaruh Brexit. "Investasi-investasi Kuwait di Inggris merupakan aset-aset nyata di sektor real estat, infrastruktur, serta saham dan obligasi pemerintah," kata Saleh seperti dilansir kantor berita resmi KUNA.

Meski begitu, Saleh mengakui pengaruh langsung saat ini memang ada terkait nilai tukar pound sterling, euro, dan tingkat suku bunga. Tapi dia bilang bank sentral Kuwait sudah siap menjamin stabilitas keuangan.

Menurut the Sovereign Wealth Fund Institute (SWFI), KIA (Otoritas Investasi Kuwait) memiliki aset manajemen senilai US$ 592 miliar. KIA lewat kantornya di Ibu Kota London, merupakan salah satu investor terbesar di negara Tiga Singa itu.

SWFI adalah perusahaan global menganalisa aset-aset kepunyaan pemerintah. Perusahaan swasta berpusat di Amerika Serikat ini dibentuk pada 2007.

Pada 2013, SWFI bilang KIA melipatgandakan nilai investasinya di Inggris menjadi lebih dari US$ 24 miliar.

Kuwait mempunyai sejumlah bangunan ikon di London, seperti kawasan More One dan sejumlah gedung di Canary Wharf. Negara Arab Teluk ini memusatkan investasi di sektor infrastruktur melalui anak usaha KIA, Wren House Infrastructure Management, dibikin pada 2013.

Helikopter nirawak jenis VRT 300 buatan VR-Technologies, produsen helikopter dan pesawat nirawak asal Rusia. (vrtech.aero)

UEA beli 50 persen saham perusahaan produsen helikopter asal Rusia

UEA berencana membeli seratus helikopter VRT 300 dan VRT 500 untuk armada kepolisiannya.

Ladang gas Leviathan milik Israel di Laut Mediterania. (Albatross)

Mesir dan Israel sepakat bangun jaringan pipa gas hubungkan kedua negara

Israel mulai menghasilkan gas dari Leviathan pada Desember 2019 dan sejak Januari tahun lalu mengekspor ke Mesir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beepose bareng tamunya Menteri Perminyakan Mesir Tariq al-Mulla (kiri) dan Menteri Energi Israel Yuval Steinitz di Yerusalem, 21 Februari 2021. (Kobi Gideon/GPO)

Pertama sejak 2016, pejabat senior Mesir kunjungi Israel

Lawatan Tariq al-Mulla itu untuk membahas kerjasama energi antara kedua negara.

Pesawat Flydubai, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Business Traveller)

Sedari normalisasi, nilai perdagangan Dubai-Israel Rp 3,8 triliun

Dua pertiganya adalah ekspor Dubai ke Israel.





comments powered by Disqus