bisnis

Qatar Petroleum dan Total patungan garap ladang minyak Syahin

Blok Syahin menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak sehari atau 40 persen dari total produksi minyak mentah Qatar.

29 Juni 2016 20:22

Qatar Petroleum dan perusahaan asal Prancis, Total, Senin lalu memandatangani kesepakatan untuk membikin perusahaan patungan buat membangun dan mengoperasikan salah satu ladang minyak terbesar di dunia berlokasi di Qatar.

Qatar Petroleum mengumumkan 70 persen dari saham North Oil Company, perusahaan patungan itu, akan dimiliki Qatar Petroleum dan 30 persen lagi dikuasai Total. North Oil Company diberi izin untuk memproduksi, menjual, dan mengekspor minyak mentah dari ladang Asy-Syahin selama 25 tahun, dimulai Juli 2017.

Alhasil, Qatar Petroleum telah mendepak Maerks Oil, perusahaan dari Denmark, telah mengoperasikan ladang minyak Syahin hampir 25 tahun. Blok Syahin menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak sehari atau 40 persen dari total produksi minyak mentah Qatar.

Presiden sekaligus CEO Qatar Petroleum Saad Syarida al-Kaabi berterima kasih kepada Maersk Oil atas upaya dan kontribusi bernilai dalam mengoperasikan Blok Syahin. Juga untuk tawaran buat melanjutkan kontrak. "Tapi proses tender dimaksudkan untuk memilih rekanan dengan kemampuan kelas dunia bisa memastikan kemungkinan pendapatan tertinggi bagi negara Qatar," katanya.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus