bisnis

Saudi raup pendapatan US$ 14 miliar dari sektor wisata

Menghadapi pelaksanaan Piala Dunia 2022, Qatar diperkirakan bakal memperoleh US$ 11,9 miliar setahun dari sektor wisata paling lambat 2020.

12 Juli 2016 07:44

Arab Saudi tahun lalu meraup pendapatan US$ 14,3 miliar dari sektor wisata, menurut data dari SCTNH (Komisi Turisme dan Warisan Nasional).

Surat kabar Arab News melaporkan pendapatan itu dihasilkan dari kedatangan 15,4 juta pelancong asing. Sedangkan warga Arab Saudi pelesiran ke luar negeri tahun lalu berjumlah 6,4 juta orang dan menghabiskan US$ 6,4 miliar.

Rata-rata pelancong asing datang ke negara Kabah itu mengeluarkan US$ 1.365, sedangkan warga Saudi melancong ke negara lain rata-rata menghabiskan US$ 805.

Menghadapi pelaksanaan Piala Dunia 2022, Qatar diperkirakan bakal memperoleh US$ 11,9 miliar setahun dari sektor wisata paling lambat 2020. Jumlah pelancong asing ke negara Arab Teluk ini diperkirakan empat juta orang pada 2020.

Diprediksi hingga akhir tahun ini, warga Qatar pelesiran ke luar negeri berjumlah 1,7 juta orang. Sekitar 1,1 juta orang Qatar akan bepergian ke Arab Saudi. Sisanya ke Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Turki.

Pasar Al-Jumaah di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Tour Egypt)

Pasar makanan bekas marak di Mesir karena kemiskinan meningkat

Harga bahan pangan pokok, air, dan bahan bakar meroket beberapa tahun belakang setelah pemerintah menghapus subsidi dan memberlakukan VAT.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA kasih izin tinggal tetap bagi 6.800 investor asing

Tahun lalu, kabinet UEA juga menyetujui pemberian visa berlaku sepuluh tahun bagi warga asing mempunyai investasi senilai paling sedikit sepuluh juta dirham.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan terbitkan izin tinggal tetap bagi investor asing seharga Rp 3 miliar

Sedangkan izin tinggal berlaku setahun dan dapat diperbarui harganya SAR 100 ribu (Rp 387 juta).

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Libya hentikan operasi 40 perusahaan asing

40 perussahaan asing ini diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan izin baru.





comments powered by Disqus