bisnis

Emirates terpilih sebagai maskapai terbaik dunia

Ini penghargaan terbaik keempat diterima Emirates sejak Skytrax menggelar ajang itu 15 tahun lalu. Emirates meraih World's Best Airline pertama kali pada 2001, kemudian 2002 dan 2013.

13 Juli 2016 00:52

Emirates Airline kemarin meraih penghargaan World's Best Airline 2016 sebagai maskapai terbaik sejagat dari Skytrax World Airline Awards.

Perusahaan penerbangan berpusat di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, ini juga mendapat penghargaan World’s Best Inflight Entertainment selama 12 tahun berurutan dan Best Airline di Timur Tengah, seperti dilansir Kantor Media Pemerintah Dubai kemarin.  

Penghargaan sebagai maskapai terbaik di dunia ini diperoleh berdasarkan survei dilakoni Skytrax terhadap 19,2 juta penumpang asal 104 negara dan dari 280 maskapai. Jajak pendapat itu mengukur kualitas dari 41 kategori.

Ini penghargaan terbaik keempat diterima Emirates sejak Skytrax menggelar ajang itu 15 tahun lalu. Emirates meraih World's Best Airline pertama kali pada 2001, kemudian 2002 dan 2013. Secara keseluruhan, Emirates telah memenangkan 20 penghargaan dari Skytrax sejak 2001.

"Kami merasa terhormat diakui oleh penghargaan bergengsi dari Skytrax," kata Presiden Emirates Airline Sir Tim Clark. "Emirates selalu menempatkan pelanggan di hati dan kami bekerja keras untuk memberikan pengalaman sangat terbaik sebisa mungkin kepada konsumen di tiap layanan, saban hari, di seluruh dunia."

CEO Skytrax Edward Plaisted bilang penghargaan keempat sebagai maskapai terbaik di Bumi itu merupakan prestasi mengagumkan dan bukti nyata dari popularitas Emirates.

Emirates Airline, dibentuk pada 1985, memiliki 251 armada dan melayani rute ke 148 kota di 78 negara. Emirates merupakan anak usaha dari the Emirates Group, konglomerasi kepunyaan pemerintah Dubai.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Mesir berencana buka penerbangan langsung ke Tel Aviv

Selama beberapa dasawarsa terakhir, rute ke Israel dioperasikan oleh Air Sinai dengan syarat tidak boleh ada bendera Mesir di tubuh pesawat. 

05 Maret 2021

TERSOHOR