bisnis

IPO Aramco bergantung pada harga minyak dan kondisi bursa

Nilai dari lima persen saham Aramco akan dilepas ke lantai bursa itu diperkirakan antara US$ 2-3 triliun.

14 Juli 2016 08:02

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih bilang rencana IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco bakal bergantung pada harga minyak dan kondisi bursa.

"Ukuran dan kompleksitas dari IPO Saudi Aramco akan memerlukan sebuah persiapan internal sangat besar," kata Falih dalam wawancara khusus dengan surat kabar terbitan Jerman Handelsblatt. "Kerangka waktu IPO akan ditentukan sejumlah faktor eksternal, termasuk situasi pasar saham, harapan terhadap harga minyak, dan kesiapan pasar modal domestik."

IPO Saudi Aramco di perkirakan bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dunia. Pemerintah Arab Saudi berencana menjual lima persen saham Aramco sebelum akhir 2018. Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menyebut nilai dari lima persen saham Aramco akan dilepas ke lantai bursa itu diperkirakan antara US$ 2-3 triliun.

Falih Ahad lalu juga mengumumkan Arab Saudi akan terus menjaga harga minyak. "Arab Saudi memelihara aliran pasokan minyak setelah mendapatkan kapasitas produksi tersisa," ujarnya lewat keterangan tertulis.

IPO Aramco ini adalah inti dari NTP (Rencana Transformasi Nasional) merupakan bagian dari Visi 2030. Negara Kabah ini bermaksud mengurangi ketergantungan sumber pendatan dari minyak. Hasil dari IPO Aramco itu, menurut Pangeran Muhammad bin Salman, bakal dipakai untuk berinvestasi.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus