bisnis

Kondisi keuangan Binladin Group mulai pulih

Meski begitu, Binladin Group masih mencari pinjaman US$ 217,8 juta pekan lalu buat dipakai mendanai proyek konstruksi di Masjid Al-Haram.

23 Juli 2016 00:07

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi raksasa di Arab Saudi belakangan ini ramai diberitakan karena kesulitan keuangan dan unjuk rasa para pekerjanya, kini mulai pulih.

Mengutip sejumlah ahli, surat kabar Arab News melaporkan pemerintah Arab Saudi telah turun tangan dan membolehkan Binladin Group ikut tender proyek-proyek baru pemerintah dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, dua bank di negara Kabah itu - Arab National Bank dan Saudi British Bank - telah memberikan pinjaman jangka panjang senilai US$ 666,75 juta, sehingga Binladin Group mampu melunasi tunggakan gaji sepuluh ribu karyawannya, membeli kembali surat utang telah mereka terbitkan, dan memulai lagi proyek-proyek terbengkalai, termasuk pengerjaan Bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah bulan lalu.

Binladin Grup juga sudah membentuk sebuah tim ahli keuangan dan manajemen untuk menyiapkan rencana pemulihan keuangan perusahaan.

Perusahaan konstruksi milik keluarga besar mendiang Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, itu tersuruk setelah musibahnya jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, musim haji tahun lalu, Karena insiden menewaskan 111 jamaah itu, Binladin Group dilarang mengikuti tender proyek pemerintah.

Masalah dihadapi Binladin Group diperparah oleh penghematan belanja dilakoni pemerintah Arab Saudi lantaran defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Buat mengatasi kondisi keuangan memburuk, Binladin Group terpaksa memberhentikan puluhan ribu karyawannya. Meski begitu, menurut sejumlah bankir, Binladin Group masih mencari pinjaman US$ 217,8 juta pekan lalu buat dipakai mendanai proyek konstruksi di Masjid Al-Haram.  

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR