bisnis

IMF taksir Bahrain raup US$ 568 juta dari pemberlakuan VAT

Enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman - berencana menerapkan VAT paling lambat Januari 2018.

30 Juli 2016 11:06

IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan Bahrain bakal meraup US$ 568 juta dari pemberlakuan VAT (pajak pertambahan nilai).

Pendapatan negara sebanyak itu setara 1,6 persen dari total produk domestik bruto Bahrain, tahun lalu diprediksi US$ 35,5 miliar, seperti dilansir Gulf Daily News.

Enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman - berencana menerapkan VAT paling lambat Januari 2018. Kebijakan ini buat mengatasi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

VAT itu akan dikenakan terhadap semua barang dan layanan kecuali produk pangan dasar, layanan kesehatan, dan pendidikan.  

Para ahli dari perusahaan konsultan global PricewaterhouseCoopers' (PwC) di Bahrain bilang harga-harga bakal naik bila VAT diberlakukan, namun itu masih bergantung pada pasokan barang dan ketersediaan layanan.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Pompa bensin di Bahrain. (Saudi Gazette)

Bahran tidak akan kenakan VAT terhadap produk minyaknya

Bahrain direncanakan menerapkan VAT tahun depan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus