bisnis

Oman kurangi subsidi hingga 64 persen tahun ini

Bank Dunia memperkirakan enam negara anggota GCC kehilangan pendapatan dari sektor minyak US$ 157 miliar tahun lalu dan US$ 100 miliar tahun ini.

07 Agustus 2016 10:15

Pemerintah Oman diperkirakan bakal mengurangi dana subsidi hingga 64 persen tahun ini, sebuah kebijakan untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Bank Dunia menilai pemotongan subsidi itu merupakan langkah berani telah diambil pemerintah Oman untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor non-minyak, seperti dilansir Muscat Daily.

Pengurangan subsidi atas bahan bakar minyak ini sudah dimulai sejak pertengahan Januari lalu, dengan menaikkan harga solar dan bensin sampai 33 persen. Harga bahan bakar kendaraan bermotor ini dikaji saban bulan.

Lantaran rendahnya harga emas hitam dunia, Bank Dunia memperkirakan Oman tahun lalu kehilangan pendapatan US$ 10 miliar. Negara ini diprediksi mengalami defisit 16,8 persen dari produk domestik bruto tahun ini.

Bank Dunia memuji beragam kebijakan telah ditempuh Oman buat meningkatkan pendapatan dari sektor non-minyak, termasuk menaikkan tarif listrik dan air bagi konsumen komersial serta industri, meningkatkan biaya atas sejumlah layanan pemerintah.

Bank Dunia memperkirakan enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - kehilangan pendapatan darii sektor minyak US$ 157 miliar tahun lalu dan US$ 100 miliar tahun ini.  

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR