bisnis

Mesir raup pendapatan US$ 3 miliar dari Terusan Suez sejak awal 2016

Pendapatan dari Terusan Suez tahun lalu turun menjadi US$ 5,175 miliar ketimbang US$ 5,465 miliar pada 2014.

08 Agustus 2016 00:35

Mesir meraup pendapatan US$ 3,183 miliar selama 1 Januari hingga 6 Agustus 2016, naik empat persen ketimbang periode serupa tahun lalu.

Berpidato di peringatan setahun peresmian perluasan Terusan Suez Sabtu lalu, Chairman Suez Canal Authority Muhab Mamisy bilang pendapatan negara dari kanal itu meningkat meski perekonomian global melambat.

Terusan Suez merupakan salah satu sumber utama devisa Mesir. Negara Nil ini tengah berjuang keras menghidupkan kembali perekonomiannya setelah Revolusi 2011 menumbangkan rezim Husni Mubarak, membikin lari investor dan pelancong asing.

Cadangan devisa anjlok ke angka US$ 17,546 miliar Juni lalu dari sekitar US$ 36 miliar sebelum pecah Revolusi 2011.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi meresmikan perluasan Terusan Suez, proyek senilai US$ 8 miliar itu, Agustus tahun lalu. Perluasan ini diharapkan bisa meningkatkan lalu lintas kapal dua kali lipat dan menambah pendapatan negara setahun lebih dari US$ 13 miliar paling lambat 2023.

Namun pendapatan bulanan dari Terusan Suez kadang menurun atau naik sedikit sejak proyek perluasan itu dibuka. Data dari Suez Canal Authority menunjukkan pendapatan dari Terusan Suez tahun lalu turun menjadi US$ 5,175 miliar ketimbang US$ 5,465 miliar pada 2014.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Kampanye boikot oleh Saudi rugikan Turki Rp 292 triliun

Turki juga bakal kehilangan 1,5 juta pelancong Saudi.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakati 28 kali sepekan penerbangan antara kedua negara

Emirates Airline dan Etihad Airways sudah mengumumkan bakal membuka rute penerbangan Dubai-Tel Aviv dan Abu Dhabi-Tel Aviv.

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakat berlakukan bebas visa

Ini menjadi kesepakatan bebas visa pertama dibuat oleh Israel dengan negara Arab.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

22 Oktober 2020

TERSOHOR